KEDU SELATAN, (28/04/2026) | Dalam upaya mendorong percepatan dan pencapaian target produksi kayu tahun 2026, Manager Komersial Kayu Tegal Aditya C. Maulana didampingi Asisten Manager Penjualan Wilayah Purwokerto Mohamad Washadi melaksanakan koordinasi ke KPH Kedu Selatan, Senin (27/04). Pertemuan ini membahas secara khusus rencana produksi tebangan KPH Kedu Selatan tahun 2026 yang ditargetkan mencapai volume sebesar 9.444 m³/895 Sm.
Administratur/KKPH Kedu Selatan Nandang Kusnandar didampingi Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar, Kepala Seksi Produksi Agroforestry dan Ekowisata Sutikno, serta Kepala Seksi Madya Keuangan, SDM, Umum, dan IT Nana Widayat menyambut baik koordinasi yang dilakukan oleh KBM Komersial Kayu Tegal terkait kegiatan tebangan tahun 2026 di KPH Kedu Selatan.
Koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan produksi dapat berjalan optimal, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam forum ini, kedua pihak menekankan pentingnya penerapan sistem TPKH (Tempat Penimbunan Kayu Hutan) sebagai instrumen utama dalam mendukung kelancaran arus produksi kayu dari lokasi tebangan hingga tahap distribusi.
Manager Komersial Kayu Tegal Aditya C. Maulana menyampaikan bahwa penerapan sistem TPKH diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil hutan, mempercepat proses administrasi, serta memastikan akurasi data produksi. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap pergerakan kayu dapat terpantau secara real time sehingga mendukung pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.
Administratur/KKPH Kedu Selatan Nandang Kusnandar menyampaikan dukungannya terhadap rencana tebangan tersebut serta kesiapan jajarannya dalam mencapai target produksi tebangan tahun 2026. Ia menegaskan bahwa sinergi antara fungsi produksi dan komersial menjadi kunci utama untuk mewujudkan target sebesar 9.444 m³/895 Sm.
Selain membahas target produksi, koordinasi ini juga mencakup strategi percepatan pelaksanaan tebangan, kesiapan petak kerja, optimalisasi sarana prasarana, serta antisipasi terhadap kendala di lapangan seperti faktor cuaca dan aksesibilitas lokasi. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang intensif, diharapkan seluruh proses produksi dapat berjalan lancar dan sesuai target.
Melalui kegiatan ini, rencana produksi tebangan tahun 2026 di KPH Kedu Selatan diharapkan dapat tercapai secara maksimal. Penerapan sistem TPKH menjadi salah satu kunci dalam mendukung percepatan sekaligus memastikan tata kelola hasil hutan yang transparan, efektif, dan berkelanjutan (Kds/Bhs).
Editor: Aris
Copyright © 2026