PURWODADI, Dalam upaya meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor penjualan hasil hutan kayu, Administratur Perhutani KPH Purwodadi turun langsung melakukan pengecekan hasil uji coba pembuatan sortimen kayu bakar di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Wirosari pada Senin (27/04).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pemanfaatan kayu berjalan optimal, termasuk pemanfaatan sisa-sisa produksi kayu yang sebelumnya kurang memiliki nilai jual tinggi. Melalui pembuatan sortimen kayu bakar, potongan kayu berdiameter kecil, ranting, maupun bagian kayu yang tidak memenuhi spesifikasi sortimen utama seperti kayu pertukangan atau kayu industri dapat tetap dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Dalam pengelolaan hasil hutan di Perhutani, sortimen kayu merupakan proses pengelompokan kayu berdasarkan jenis, ukuran diameter, panjang, dan kualitasnya. Sortimen ini menjadi bagian penting dalam tata usaha kayu, karena menentukan klasifikasi produk seperti kayu pertukangan, kayu industri, maupun kayu bakar. Melalui proses sortimen yang tepat, nilai jual kayu dapat dimaksimalkan sekaligus meminimalisir potensi limbah kayu di lapangan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengatakan bahwa inovasi pemanfaatan kayu bakar ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi potensi hasil hutan sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.
“Melalui uji coba pembuatan sortimen kayu bakar ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh potensi kayu hasil tebangan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tidak hanya kayu dengan kualitas utama, tetapi juga potongan kayu yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi produk yang tetap memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menambah pendapatan perusahaan,” jelas Untoro.
Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menerapkan pengelolaan hutan secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi, Yunasri, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi evaluasi teknis terkait standar ukuran dan proses penanganan sortimen kayu bakar agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Uji coba ini penting untuk memastikan proses sortasi, pemotongan, hingga penataan kayu bakar di TPK berjalan sesuai standar. Selain meningkatkan nilai tambah produk kayu, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mengurangi potensi limbah kayu hasil produksi sehingga seluruh hasil hutan dapat dimanfaatkan secara optimal,” terang Yunasri.
Di sisi lain, mitra pembeli kayu Perhutani di TPK Wirosari, Lilik, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, ketersediaan sortimen kayu bakar dengan ukuran yang seragam akan memudahkan proses distribusi dan pemanfaatan oleh konsumen.
“Kami sebagai mitra pembeli tentu sangat mendukung langkah Perhutani ini. Dengan adanya sortimen kayu bakar yang sudah dipersiapkan dengan baik di TPK, kualitas dan ukuran kayu lebih seragam sehingga memudahkan dalam proses pengangkutan maupun penjualan ke konsumen,” ungkap Lilik.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap pengelolaan hasil hutan dapat semakin optimal, tidak hanya dari sisi produksi kayu utama tetapi juga dari pemanfaatan seluruh potensi kayu secara efisien, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan perusahaan sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Editor: Aris